<p>Banyuwangi menghadirkan perpaduan panorama alam dan kekayaan budaya yang mampu memikat setiap pengunjung. Berada di ujung timur Pulau Jawa, daerah ini menawarkan berbagai destinasi yang menghadirkan pengalaman liburan berkesan. Salah satu yang paling populer adalah Green Island, sebuah pulau kecil dengan pasir putih, laut jernih berwarna hijau kebiruan, serta suasana tropis yang menenangkan. Pemandangan di Green Island sangat cocok bagi wisatawan yang ingin bersantai sambil menikmati panorama laut. Bukit kecil yang berdiri di tengah perairan menjadi ikon khas kawasan ini dan menambah daya tarik lanskapnya. Menjelang sore, cahaya matahari yang perlahan tenggelam di ufuk barat menciptakan suasana yang indah untuk dinikmati. Selain menawarkan panorama yang memukau, Green Island juga menjadi destinasi favorit bagi pencinta aktivitas bawah laut. Air laut yang jernih memberikan visibilitas yang baik sehingga setiap sudut bawah laut menghadirkan pengalaman eksplorasi yang menarik. Kombinasi pesona alam, suasana yang tenang, dan ekosistem laut yang kaya menjadikan Green Island sebagai salah satu destinasi unggulan di Banyuwangi.</p>
<p>Taman Gandrung Terakota merupakan destinasi budaya di Banyuwangi yang melestarikan Tari Gandrung sebagai ikon seni daerah. Di kawasan ini terdapat sekitar 1.000 patung penari Gandrung yang terbuat dari terakota dan tersebar di area persawahan, dilengkapi dengan amfiteater terbuka yang digunakan sebagai panggung pertunjukan seni dan budaya. Taman Gandrung Terakota digagas oleh Sigit Pramono, seorang fotografer lanskap sekaligus pendiri Jiwa Jawa Resort dan Jiwa Jawa The Sabin. Konsep taman ini menghadirkan karya seni yang menyatu dengan alam sebagai simbol pelestarian budaya Banyuwangi. Sebagai destinasi wisata terpadu, Taman Gandrung Terakota menggabungkan wisata seni budaya, kuliner, edukasi, dan pusat oleh-oleh dalam satu kawasan sehingga memberikan pengalaman wisata yang lengkap bagi pengunjung.</p>
<p>Desa Wisata Adat Osing Kemiren terletak di Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, dengan luas wilayah 177,052 Ha dan jumlah penduduk sekitar 2.569 jiwa. Nama Kemiren berasal dari kata *kemirian* yang berarti banyak pohon kemiri. Mayoritas masyarakatnya merupakan Suku Osing, suku asli Kabupaten Banyuwangi. Desa Kemiren memiliki kekayaan budaya yang beragam, meliputi adat istiadat, bahasa, manuskrip, kesenian, tradisi lisan, ritus, pengetahuan, teknologi, hingga permainan tradisional yang masih dilestarikan. Wisatawan dapat menikmati berbagai daya tarik wisata berupa edukasi, kuliner, dan budaya. Beberapa destinasi yang dapat dikunjungi antara lain Pasar Kampoeng Osing, Warung Pesantogan Kemangi, dan kawasan Rumah Adat Osing. Beragam atraksi seni budaya serta tradisi yang tetap hidup di tengah masyarakat menghadirkan pengalaman wisata yang berkesan. Kesenian Gandrung menjadi ikon Desa Kemiren sekaligus maskot pariwisata Banyuwangi. Keberadaannya semakin kuat berkat kiprah maestro Gandrung Temu' yang berasal dari desa ini. Selain itu, terdapat warisan budaya tak benda lainnya seperti Burdah, Angklung Paglak, dan Mocoan Lontar Yusuf. Desa Wisata Adat Osing Kemiren juga dikenal melalui berbagai agenda budaya tahunan, seperti Barong Ider Bumi, Tumpeng Sewu, Ngopi Sepuluh Ewu, dan Festival Gedhogan. Berbagai festival tersebut menjadi sarana promosi yang efektif karena mengangkat potensi lokal, mulai dari seni budaya, ekonomi kreatif, hingga atraksi wisata yang menarik minat wisatawan.</p>